u

you

Selasa, 25 Oktober 2016

good girl

0




Linda Wati or that we know Deden is an Indonesian girl. She was born on January 20, 1997 in East Aceh. She is the last child of three children in her family. The first child  is female which named Yulia. She menjadi ibu rumah tangga and have a cute baby. The second is brother named Sofyaan who graduated at Islamic Riau university. Deden completed her elementary education in Lubuk Mas, Kampar. Then she joined in one junior high school. Dari sini, talenta dia baru muncul. Berawal dari menyukai Bollywood Movie and also love to listen the soundtrack of movie, she began to learn how to play a guitar by her self. She bought a book about guitar, and some times she looks around to see how her friends can do that with so nice. By hard working, she can play a guitar.  Not only that, she is also can do the other alat musik such as bass and gendang.  Futhermore, she can do break dance.  


In two grade, she followed sport competition in 2011. She was a small girl on the competition and it made the committee did not believe that she could follow the event. Actually she joined sprint and because of she is small. It makes she eassy to run and knock out her rivals. She was the winner of sprint. It makes their school is good on around and also it take bring the name of her own city.

This a  girl has graduated on junior high school, so she countinued in smk which took kenderaan ringan technique.  After finished that education. She want to continue in university. Before she want to take about engineering but her mother asked  her  to take english department. She choose it because she loves her mother so much, and now she is on third semester at lancang Kuning University.

Kamis, 06 Oktober 2016

short story

0


Aqua in Tale World


aku menatap gadis yang tengah  memandang ribuan  mawar yang tumbuh beraturan dan berbaris bak prajurit Buckingham Palace. Kelihatan sekali dia sangat menyukai bunga mawar itu. Sesekali dia menciumi aroma bunga itu. Dia tersenyum senang dan melihat ku. Dan aku pun melanjuti aktivas ku yang sempat terhenti. Mengerjakan tugas di taman yang indah ini.

“ Hei Azka. Kau terlihat senang hari ini?”
Belum sempat ku kerjakan tugas ku ini, Andrea, sahabat kecil ku telah memanggil ku dan memberi pernyataan bukan pertanyaan menurut ku.

“ada apa?”

“coba kemari” aku menghampiri Andrea dan setelah itu dia memasangkan setangkai bunga kecil berwarna merah dibelakang telinga ku, membuat ku geli. Kenapa? Karena ini sangat tidak masuk akal. Seharusnya dia lah yang lebih tepat memakai bunga ini. Aku pun lantas menyelipkan bunga kecil tadi ditelinganya. Ia tersenyum senang dan aku suka sekali senyumannya.

“ apa aku sudah terlihat lebih cantik?” tanya Andrea kemudian bergaya bak model dan itu membuatku tertawa. “kenapa kau mentertawaiku?” sungutnya dengan nada rendah.

“ kau tidak pantas melengak – lenggok seperti itu. Tidak ada bakat sama sekali.” Jawab ku yang pasti membuat darah tingginnya naik.dan ya benar dia sedang menatap tajam kearah ku. Aku rasa bola matanya akan meloncat detik ini juga.

“ awas kalau aku bisa jadi model terkenal. Aku akan mentertawakanmu!” tegasnya dengan begitu percaya diri. Aku hanya mengiyakan saja karna khawatir yg kudapat akan lebih parah dari pelototan matanya. Hening merayap diantara kami. Aku bingung apa Andrea masih marah atau tidak. Ku rasa gadis itu masih marah.

“ Mac memang benar mempesona, Azka.” Ucapnya antusias, membuat ku tertawa.

 Syukurlah Andrea tidak lagi marah pada ku. Tapi sudah berapa kali dia sudah mengatakan hal yang sama tentang idolanya, Mac Harmon, seorang dancer dari Belgia. Setahu ku, Andrea sangat menyukai Mac ketika dia berusia 15 tahun dan sekarang dia sudah berumur 18 tahun, dan itu berarti dia sudah menjadi fangirl selama 3 tahun. Namun dia belum beruntung untuk melihat idolnya.

Aku sudah mendengarnya ribuan kali tentang Mac. Seorang Mac yang  membuatnya tergila – gila. Membuatnya menghayal seperti bak putri di negeri dongeng. aku takut dia akan terjatuh. Maksud ku, aku takut siapa yang akan menangkapnya? Apakah bintang? Haha bintang tak sudi untuk menangkapnya. Abaikan

“ ini aqua, untuk mu.” Andrea menautkan aliasnya, nampak sekali diwajahnya dia bingung. “ aqua untuk membangunkan mu dari dunia hayal mu.”

“azka” teriaknya dan detik itu juga aku berlari meninggalkannya seorang diri ditaman. Aku takut apabila lagi marah dia bersikap harimau sedang kelaparan.
 

Friends

Blog List