Aqua in Tale World
aku menatap gadis yang tengah memandang ribuan mawar yang tumbuh beraturan dan berbaris bak
prajurit Buckingham Palace. Kelihatan sekali dia sangat menyukai bunga mawar
itu. Sesekali dia menciumi aroma bunga itu. Dia tersenyum senang dan melihat
ku. Dan aku pun melanjuti aktivas ku yang sempat terhenti. Mengerjakan tugas di
taman yang indah ini.
“ Hei Azka. Kau terlihat senang hari
ini?”
Belum sempat ku kerjakan tugas ku ini,
Andrea, sahabat kecil ku telah memanggil ku dan memberi pernyataan bukan
pertanyaan menurut ku.
“ada apa?”
“coba kemari” aku menghampiri Andrea dan setelah itu dia memasangkan setangkai bunga kecil
berwarna merah dibelakang telinga ku, membuat ku geli. Kenapa? Karena ini
sangat tidak masuk akal. Seharusnya dia lah yang lebih tepat memakai bunga ini.
Aku pun lantas menyelipkan bunga kecil tadi ditelinganya. Ia tersenyum senang
dan aku suka sekali senyumannya.
“ apa aku sudah terlihat lebih cantik?” tanya Andrea kemudian bergaya bak
model dan itu membuatku tertawa. “kenapa kau mentertawaiku?” sungutnya dengan
nada rendah.
“ kau tidak pantas melengak – lenggok seperti itu. Tidak ada bakat sama
sekali.” Jawab ku yang pasti membuat darah tingginnya naik.dan ya benar dia
sedang menatap tajam kearah ku. Aku rasa bola matanya akan meloncat detik ini
juga.
“ awas kalau aku bisa jadi model terkenal. Aku akan mentertawakanmu!”
tegasnya dengan begitu percaya diri. Aku hanya mengiyakan saja karna khawatir
yg kudapat akan lebih parah dari pelototan matanya. Hening merayap diantara
kami. Aku bingung apa Andrea masih marah atau tidak. Ku rasa gadis itu masih
marah.
“ Mac memang benar mempesona, Azka.” Ucapnya antusias, membuat ku tertawa.
Syukurlah Andrea tidak lagi marah
pada ku. Tapi sudah berapa kali dia sudah mengatakan hal yang sama tentang
idolanya, Mac Harmon, seorang dancer dari Belgia. Setahu ku, Andrea sangat menyukai
Mac ketika dia berusia 15 tahun dan sekarang dia sudah berumur 18 tahun, dan
itu berarti dia sudah menjadi fangirl selama 3 tahun. Namun dia belum beruntung
untuk melihat idolnya.
Aku sudah mendengarnya ribuan kali tentang Mac. Seorang Mac yang membuatnya tergila – gila. Membuatnya menghayal
seperti bak putri di negeri dongeng. aku takut dia akan terjatuh. Maksud ku,
aku takut siapa yang akan menangkapnya? Apakah bintang? Haha bintang tak sudi
untuk menangkapnya. Abaikan
“ ini aqua, untuk mu.” Andrea menautkan aliasnya, nampak sekali diwajahnya
dia bingung. “ aqua untuk membangunkan mu dari dunia hayal mu.”
“azka” teriaknya dan detik itu juga aku berlari meninggalkannya seorang
diri ditaman. Aku takut apabila lagi marah dia bersikap harimau sedang
kelaparan.
0 komentar:
Posting Komentar