u

you

Rabu, 02 November 2016

Unforgettable Moment

Ada suatu kejadian yang tak terlupakan olehnya. Saat itu ketika ia duduk sendiri dekat taman dekat ruang Agus Salim. Seperti biasanya, ia selalu ditemani oleh gitar kesayangannya. Ia pun lantas memetik senar gitar tanpa memerhatikan sekitarnya. Ketika ia hendak mengeluarkan suara nan indah yang dimilikinya.

"Hei, apa kau tidak melihat dikelas ini sedang ada ujian proposal". Teriak seorang dosen yang tak lain merupakan pak Dahler. Ia pun terkesiap mendengarkan coletehan pak Dahler. Ada rasa takut yang melanda dirinya.
"Seharusnya aku harus melihat disekitarku, sebelum aku memainkan gitar tua ini." Gerutunya dalam hati.

"Perse**nan." Imbuhannya.

Ia pun melihat kelas yang di masuki pak dahler tersebut. Di sana ia melihat seorang lelaki sedang duduk yang sibuk menatap layar kaca laptopnya. Sesekali lelaki itu menatap ke arah audience

"Mungkin lelaki itu sipembawa acara". Kalimat yang terlontar dari bibir mungilnya. Tidak lelaki itu saja yang ada di sana, melainkan dia ditemani dengan seorang temannya, Ramadhan.

Ramadhan sedang mempresentasi kan bahan yang dijadikannya sebagai ujian proposalnya, yakni Reading Comprehension. Di keningnya terdapat peluh yang membanjiri wajahnya. Nampak sekali ia sangat tegang dengan situasi tersebut.

Sesekali ia menempatkan punggung tangannya ke keningnya, mengelap peluh yang bertebaran di raut mukanya. Salah satu dosen memberikan dia berjutaan pertanyaan, yang menjebaknya. Apakah ia benar - benar memahami isi proposal dia tersebut.

Alhasilnya Ramadhan mampu menjawab pertanyaan itu dengan santai. Terdapat senyum sumringah dia wajahnya yang pertanda bahwa dia sudah menikmati suasana ini. Suasana tegang sudah cair menjadi suasana yang nyaman.

"Hmm, ternyata begini kalau sedang ujian proposal" ucapnya lantas ia pergi meninggalkan ruang tersebut dengan menyandungkan sebuah lagu yang disenanginya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Friends

Blog List